Saya memiliki banyak teman di sekolah juga sahabat. Disini saya duduk di jurusan IPA kelas 10, yang dimana satu kelas ada 36 siswa. Saya memiliki banyak teman dari berbagai kepribadian yang berbeda. Sebut saja yang cerewet, pendiem, banyak tingkah, konyol dan masih banyak lagi. Saya senang memiliki sahabat dan teman disini. Tetapi sebut saja, dimana pun, setiap yang namanya pertemanan tidak akan lepas dari yang namanya perkelahian, permusuhan, betul kan? Jadi kita ambil solusinya jika kita bermusuhan atau ada pertikaian dengan teman, kita tanya baik baik. Lalu kita meminta maaf, atas kesalahan yang kita perbuat. Jika teman atau sahabat mu masih tidak mau mengobrol, lebih baik kita menjaga jarak dulu, kita kasih dia ruang untuk berpikir jernih. Yang namanya sahabat tidak mungkin dia akan terus marah hanya karna hal sepele. Kita ambil contoh seperti satu kelas, kita pasti ada saja orang yang tidak bisa berbaur dengan teman sekelas nya sendiri. Dia hanya bisa berbaur dengan orang yang dia mau. Bisa dibilang itu hal wajar. Yang namanya berteman kita boleh dengan siapa saja, Tapi sahabat, kita harus pilih pilih mana yang bisa selalu ada untuk kita, mana yang selalu menyemangati kita, dan membawa kita kepada kebaikan.
Saya merasa beruntung. Dikelas, saya masih bisa berbaur dengan siapa saja, netral tidak pilih pilih untuk berteman. Rasanya asyik, bergurau senda, membuat kita tersenyum sungguh rasa yang menyenangkan. Saya punya teman banyak, tetapi mempunyai sahabat hanya beberapa saja.
Saya merasa beruntung. Dikelas, saya masih bisa berbaur dengan siapa saja, netral tidak pilih pilih untuk berteman. Rasanya asyik, bergurau senda, membuat kita tersenyum sungguh rasa yang menyenangkan. Saya punya teman banyak, tetapi mempunyai sahabat hanya beberapa saja.
Dalam pertemanan, kita juga bisa menguji seberapa dewasanya kita, mulai dari menyelesaikan permasalahan dengan teman, memaklumi karakter teman yang berbeda dengan kita. Dengan berteman pun kita bisa bersosialisasi, memupuk rasa kerja sama, terasa menyenangkan semuanya. Kita bisa lihat jika teman kita masih menutup image depan kita, berarti dia masih meragukan kita. Kalau udah sahabat itu dia tidak ada kata malu, dia sungguh tidak malu akan aib nya yang sering dia curhatkan kepada kita, maupun sudah tidak menjaga image lagi dengan kita, yang artinya sangat terbuka dengan kita. Berarti dia sudah percaya kepada kita sebagai sahabat nya.
Bertemanlah dengan sebaik mungkin. Karena mereka adalah penyemangat secara tidak langsung dalam kehidupan kita. Oke, sebelumnya semua pict ini dari dokumentasi kelas X IPA 6, btw ada foto saya tuh nyempil :v Terimakasih untuk teman temanku yang sudah jadi penyemangatku! Semoga artikel yang saya bagikan bermanfaat :)




